Kamis, 04 Agustus 2011

That.s Our Goal..!!!

Kita boleh bahkan harus bercita-cita, namun muara dari semua cita-cita kita adalah Tuhan Yang Maha Kuasa atas semua hal yang ada di dunia ini. Seberapapun keras kita berusaha, jika Tuhan tidak menghendaki, maka nihil semuanya, walau demikian bukan berarti kita harus pasrah menunggu nasib, bukan berarti kita harus diam menunggu hal apa yang akan menimpa kita, bukan berarti juga kita harus diam menunggu kematian menjemput kita.
Ikhtiar dan tawakall, yach.. dua hal itu kuncinya
Ikhtiar, berarti kita harus berusaha keras untuk  mendapatkan apa yang kita inginkan, berusaha semaksimal mungkin, bahkan sampai titik darah penghabisan (heee…lebay).
Tawakall, yakni berserah diri pada Yang Kuasa. Yakni menyerahkan semua urusan kita hanya kepada Allah SWT. Setelah kita berusaha keras, kita memeras keringat untuk mendapatkan hal yang kita inginkan, berjuang mati-matian, kini saatnya kita melepaskan sejenak semua itu, untuk berdoa kepada Sang Khaliq, kita serahkan semua urusan kita pada-Nya, dan kiita serahkan hasil akhirnya kepada Sang Pencipta. Kita harus selalu berfikir bahwa apapun yang terjadi di hidup kita adalah kehendak Yang Kuasa, dan  semua itu adalah yang terbaik bagi hidup kita, karena sesungguhnya, hanya Tuhanlah yang tahu apa yang terbaik untuk kehidupan kita.
Jangan pernah menyalahkan Tuhan untuk apapun yang terjadi di hidup kita, semua sudah diatur sedemikian rupa untuk kebaiakan semua umat-Nya.
Jika saat ini kehidupan dunia telah membutakan kita, kita harus ingat, tujuan terakhir yang menjadi tujuan hidup kita, sesuatu  yang tidak bisa kita nego sedikitpun, sesuatu yang haq dan pasti terjadi, yakni kehidupan akhirat. Untuk sampai disana kita akan mengalami hal yang kita sebut dengan kematian, dimana saat hal itu terjadi maka terputuslah semua interaksi kita dengan kehidupan dunia,harta kita, jabatan kita, anak istri kita dan semuanya. Kita tahu ada tiga hal yang tidak akan terputus dari kita meskipun kita telah meninggal dunia, yakni Anak yang sholeh, ilmu yang bermanfaat dan sodaqoh jariyah. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita sudah melakukan ketiga hal itu sampai pada saat ajal menjemput kita? Sudahkah kita mendidik anak-anak kita sesuai dengan syariat-Nya? Sudah pernahkah kita berbagi ilmu untuk kebaikan dengan sesama kita? Sudahkah kita infakkan sebagian dari harta yang kita miliki???
Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, mulai sekarang janganlah terlalu sibug untuk mengejar kehidupan dunia,marilah sedikit demi sedikit kita tata bekal untuk kehidupan akhirat kita, hingga jika pada saatnya nanti, kematian menjemput kita, kita telah memiliki sedikit bekal untuk menghadapinya. Semoga setelah hari ini, kitabisa menjadi manusia-manusia yang lebih baik dan selalu lebih baik.
Terimalah ibdahku hari ini  Ya Allah..
Amin…

Senin, 25 Juli 2011

KRIIIINGGGGG.....Angkat donk teleponnya....


Kriiiiiingggg…..(telepon berbunyi)
Penerima : Selamat siang..dengan fara computer, ada yang bisa saya bantu?
Penelpon : Selamat siang..bisa bicara dengan Bapak rosyid?
Penerima : dari mana Bapak atau Ibu?
Penelpon : dari Agus
Penerima : jika pimpinan kita sedang sibuk atau sedang menerima telepon lain, maka kita bisa menjawab “maaf bapak..(nama pimpinan kita)sedang on line, (atau bisa juga sedang menerima telepon atau juga sedang sibug..atau sedang keluar kantor. Tergantung situasi dan kondisi poko.e..heeee), ada pesan bapak.?
Jika ada pesan langsung di sampaikan..kalo gag ada yang penting anda bilang siapa yang barusan menelpon,,

Bagaiman cara menerima telepon dengan baik…
Hemmm…emang  begitu sepele kedengaranya…tapi ternyata tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik…berikut ini ada beberapa cara berbicara di telepon dengan baik..
1.       Ucapkan selamat pagi, selamat siang (sesuai kondisi saat menelepon)
2.       Tanyakan dari siapa dan juga apa tujuannya atau ingin bicara dengan siapa. Jika orang yang dituju sedang sibuk maka katakan dengan sopan kepada si penelpon dan tawarkan apakh si penelpon ingin meninggalkan pesan, jika tidak akhiri telepon anda dengan sopan.

Intinya pada saat telepon yang harus diperhatikan adalah  tetap bicara sopan walaupun anda tidak bertatap muka secara langsung, bicaralah dengan nada bicara dan volume standar..tidak perlu berteriak atau terlalu pelan,,jika ada yang kurang jelas..maka mintalah dengan sopan untuk mengulangi...
Oke?
Selamat mencoba…

Rabu, 13 Juli 2011

Kenali Lingkungan untuk mengenali dirimu


Hidup ini bukan hanya tidur, bangun, makan, kerja, tidur lagi….bukan hal seperti itu hidup ini…. Hidup adalah belajar… Hidup adalah bagaimana kita mengerti hal hal di sekitar kita..bagaimana kita mengerti tentang diri kita…bagiamana kita bisa selaras dengan lingkungan kita..
Hidup adalah..bagamana kita mempelajari lingkungan di sekitar kita…bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita…
Memberi arti pada hidup itu berarti memberi warna pada jiwa…hingga ia akan menemukan warna yang sesungguhnya , bukan hanya warna semu..warna yang akan pudar termakan waktu…..
Tanpa kita sadari..nanti kita akan sampai pada suatu titik dimana kita akan diminta untuk menjadi diri kita seutuhnya…dimana kita harus bisa menjadi pegangan untuk orang yang membutuhkan, dimana kita harus siap dengan semua tantangan yang menghadang…dengan semua resiko atas semua hal yang telah kita lakukan….
Baik buruk, hitam putih, manis pahit, pasti selalu ada dalam kehidupan, yang perlu kita lakukan adalah, bagaimana mengambil pelajaran dari semua itu..tentang kesabaran, bersyukur, menerima kekalahan, mengakui kesalahan, dan banyak hal lain yang akan kita terima dalam proses belajar bersama kehidupan…kita akan banyak mendapat pelajaran yang mungkin belum pernah kita dapatkan selama kita menempuh pendidikan formal….
So..guys..mulai sekarang..lebih pekalah tehadap lingkunganmu..karena dari lingkunganmulah kamu akan meraih apa yang kamu inginkan….:)