Kita boleh bahkan harus bercita-cita, namun muara dari semua cita-cita kita adalah Tuhan Yang Maha Kuasa atas semua hal yang ada di dunia ini. Seberapapun keras kita berusaha, jika Tuhan tidak menghendaki, maka nihil semuanya, walau demikian bukan berarti kita harus pasrah menunggu nasib, bukan berarti kita harus diam menunggu hal apa yang akan menimpa kita, bukan berarti juga kita harus diam menunggu kematian menjemput kita.
Ikhtiar dan tawakall, yach.. dua hal itu kuncinya
Ikhtiar, berarti kita harus berusaha keras untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, berusaha semaksimal mungkin, bahkan sampai titik darah penghabisan (heee…lebay).
Tawakall, yakni berserah diri pada Yang Kuasa. Yakni menyerahkan semua urusan kita hanya kepada Allah SWT. Setelah kita berusaha keras, kita memeras keringat untuk mendapatkan hal yang kita inginkan, berjuang mati-matian, kini saatnya kita melepaskan sejenak semua itu, untuk berdoa kepada Sang Khaliq, kita serahkan semua urusan kita pada-Nya, dan kiita serahkan hasil akhirnya kepada Sang Pencipta. Kita harus selalu berfikir bahwa apapun yang terjadi di hidup kita adalah kehendak Yang Kuasa, dan semua itu adalah yang terbaik bagi hidup kita, karena sesungguhnya, hanya Tuhanlah yang tahu apa yang terbaik untuk kehidupan kita.
Jangan pernah menyalahkan Tuhan untuk apapun yang terjadi di hidup kita, semua sudah diatur sedemikian rupa untuk kebaiakan semua umat-Nya.
Jika saat ini kehidupan dunia telah membutakan kita, kita harus ingat, tujuan terakhir yang menjadi tujuan hidup kita, sesuatu yang tidak bisa kita nego sedikitpun, sesuatu yang haq dan pasti terjadi, yakni kehidupan akhirat. Untuk sampai disana kita akan mengalami hal yang kita sebut dengan kematian, dimana saat hal itu terjadi maka terputuslah semua interaksi kita dengan kehidupan dunia,harta kita, jabatan kita, anak istri kita dan semuanya. Kita tahu ada tiga hal yang tidak akan terputus dari kita meskipun kita telah meninggal dunia, yakni Anak yang sholeh, ilmu yang bermanfaat dan sodaqoh jariyah. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita sudah melakukan ketiga hal itu sampai pada saat ajal menjemput kita? Sudahkah kita mendidik anak-anak kita sesuai dengan syariat-Nya? Sudah pernahkah kita berbagi ilmu untuk kebaikan dengan sesama kita? Sudahkah kita infakkan sebagian dari harta yang kita miliki???
Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, mulai sekarang janganlah terlalu sibug untuk mengejar kehidupan dunia,marilah sedikit demi sedikit kita tata bekal untuk kehidupan akhirat kita, hingga jika pada saatnya nanti, kematian menjemput kita, kita telah memiliki sedikit bekal untuk menghadapinya. Semoga setelah hari ini, kitabisa menjadi manusia-manusia yang lebih baik dan selalu lebih baik.
Terimalah ibdahku hari ini Ya Allah..
Amin…